TERAPY GEN DAN RNAi

Pada 5 tahun yang lalu, sudah banyak kelompok peneliti yang memulai suatu penelitian tentang usaha teknologi di bidang biomedicine, terapi gen dan RNA interference(RNAi). Therapi gen, pada satu pihak berniat untuk menyediakan jasa untuk mengobati dengan memperkenalkan material (DNA atau RNA) menyandi suatu protein yang hilang atau cacat kedalam suatu jaringan sel pasien. Suatu tanda dari ilmu terapi gen adalah penyerahan yang efisien dari asam nukleat melalui suatu vektor, dapat juga nonviral, seperti liposome, atau nanopartikel, atau dari genetically virus yang dimodifikasi. Akhir-akhir ini, adeno-associated virus ( AAV), adenovirus (Ad) dan lentivirus sudah banyak muncul pre-clinical atau studi klinis pilihan serbaguna dan sempurna. Sebagai contoh, vector AAV adalah yang digunakan untuk membawa atau mengirim gen faktor IX pada manusia ke pasien dengan Hemophilia B, dan banyak anak-anak dengan gen immunodeficiencies telah sukses dengan retroviral therapy. Sekalipun begitu, masih kurang baik terkait dengan vektor terbaru yang menunjukkan bahwa gen therapy masih menghadapi rintangan dan belum berbuat sesuai dengan ketentuan/perjanjian.

Pada sisi lain, RNAi menguraikan tentang sequence-specific silencing dari ekspresi gen yang ditimbulkan oleh RNAs doublestranded pendek. Pertama dijelaskan pada cacing, serangga dan pada tumbuhan sebagai suatu antiviral pertahanan rencana bawaan, RNAi yang kemudian juga ditemukan aktif di (dalam) organisme yang lebih tinggi (sekalipun hanya mungkin bukan bagian dari system kekebalan). RNAi mamalia dan manusia mulai jalan di dalam inti (nukleus), ekspresi dari microRNAs (miRNAs). Di dalam suatu enzymatic kompleks, mereka dibagi di dalam precusor miRNAs, mengekspor ke cytoplasma, diproses lebih lanjut oleh Dicer nuclease, dan kemudian disatukan dengan suatu multiprotein kompleks (RNA induced silencing kompleks [ RISC]) bersama-sama dengan suatu target mRNA. MicroRNAs sering mempunyai berbagai urutan tidak sesuai dengan target mereka dan mempengaruhi silencing sebagai suatu mekanisme translational yang tak dikenal. Bagaimanapun, mereka meningkatkan laporan miRNAs dengan sempurna mRNA target complementaras dan kemampuan untuk memicu degradasi.semua ini dipercaya bahwa beratus-ratus miRNAs boleh disandikan di (dalam) genom manusia dan bahwa beribu-ribu gen mungkin diatur sampai dua mekanisme pada level tertentu. Sesungguhnya, dengan cepat sejumlah laporan yang terus meningkat sedang membuktikan potensi RNAi untuk menindas gen manapun, dari selular oncogenes atau gen yang disebabkan kuman virus.

Nama : Lutfi Aulia

NIM : O1A005087

Email : http//hose_geka@yahoo.com

Blog : http/lutfiaulia.wordpress.com

~ oleh lutfiaulia di/pada April 24, 2008.

Tinggalkan Balasan